Sustainable Development Goals (SDGs) untuk Indonesia
SDGs (Sustainable Development Goals) atau biasa disebut Tujuan Pembangunan Berkelanjutan merupakan agenda atau kolaborasi dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat global. Banyak sekali webinar maupun komunitas yang telah membahas mengenai SDGs ini. Hal ini menandakan bahwa dalam mewujudkan SDGs perlu melibatkan multipihak, baik dari sisi pemerintah, pihak swasta hingga masyarakat.
SDGs sendiri memiliki 17 tujuan dan 169 target yang diharapkan dapat tercapai agar pembangunan berkelanjutan bisa memberikan kesejahteraan pada masyarakat.
Selanjutnya, akan dikupas mengenai ke-17 tujuan SDGs tersebut satu persatu..
Tujuan SDGs yang pertama adalah mengentaskan segala bentuk kemiskinan. Dalam mewujudkan tujuan SDGs yang pertama ini, perlu adanya koordinasi antar pemerintah, baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. Kebijakan kebijakan yang dibuat diharapkan dapat menurunkan angka kemiskinan di masyarakat.
Tujuan SDGs kedua adalah menuntaskan kelaparan dan mencapai ketahanan pangan masyarakat. Indonesia sendiri sejatinya memiliki sumber daya alam baik nabati maupun hewani yang melimpah. Apabila sumber daya alam tersebut dapat dimanfaatkan dengan bijak dan maksimal, lalu pembangunan infrastruktur dilakukan dengan baik, serta alokasi anggaran yang memadai, maka memungkinan Indonesia untuk mencapai ketahanan pangan suatu saat nanti.
Tujuan SDGs yang ketiga adalah menjamin masyarakat dapat hidup sehat dan panjang umur. Program posyandu, fasilitas kesehatan yang layak, sanitasi dan air bersih, serta perilaku hidup bersih dan sehat sangat perlu diterapkan di masyarakat saat ini untuk menjamin kesehatan masyarakat, terutama untuk menurunkan angka kematian ibu dan anak.
Tujuan SDGs yang keempat adalah menjamin pendidikan bagi seluruh lapisan masyarakat. Tujuan SDGs yang keempat ini selaras dengan tujuan bangsa indonesia yang tercantum dalam pembukaan UUD 1945 yakni mencerdaskan kehidupan bangsa. Dalam hal ini, pemerintah sendiri telah mencanangkan program wajib belajar dan bantuan operasional sekolah. Dengan adanya program tersebut diharapkan pendidikan tidak hanya didapatkan oleh kaum lapisan atas melainkan dapat menyentuh seluruh lapisan masyarakat.
Tujuan SDGs yang kelima adalah mencapai kesetaraan gender dan memberdayakan semua perempuan dan anak perempuan. Dalam hal ini, tujuan yang ingin dicapai adalah mengakhiri segala bentuk diskriminasi terhadap semua perempuan dan anak perempuan sehingga perempuan dapat berpartisipasi baik dalam pengambilan keputusan dalam kehidupan umum, berpartisipasi dalam bidang ekonomi, social, pendidikan dan poltik.
Tujuan SDGs yang keenam adalah menjamin ketersediaan air bersih dan sanitasi yang layak. Air bersih dan sanitasi yang layak merupakan hal yang cukup krusial dalam kehidupan. Manajemen sumber daya air yang baik dapat melindungi dan memperbaiki ekosistem terkait air.
Tujuan SDGs yang ketujuh memastikan seluruh masyarakat memiliki akses terhadap energi bersih dan terjangkau. Tujuan ini tidak jauh berbeda dengan tujuan sebelumnya, yaitu mengoptimalkan efisiensi penggunaan energi untuk seluruh lapisan masyarakat.
Tujuan SDGs yang kedelapan berbicara mengenai pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, penyerapan tenaga kerja serta pekerjaan yang layak bagi masyarakat.
Tujuan SDGs yang kesembilan membangun industri, inovasi dan infrastruktur. Dengan adanya revolusi industri 4.0, apabila semua pihak ikut serta aktif di dalamnya, maka semakin mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
Tujuan SDGs yang kesepuluh mengurangi kesenjangan dalam masyarakat. Ketimpangan yang selama ini terjadi di antara lapisan masyarakat terlihat dari gap pendapatan serta pengeluaran yang besar antara kaum atas dengan kaum bawah. Berawal dari ketimpangan ini, secara lambat laun dapat menimbulkan marginalisasi serta memunculkan berbagai macam konflik, sehingga perlu adanya suatu solusi serta target nasional dalam pengurangan ketimpangan tersebut.
Tujuan SDGs yang ke sebelas berbicara mengenai bagaimana mewujudkan kota-kota dan permukiman yang inklusif, aman, tangguh dan berkelanjutan.
Tujuan SDGs yang ke dua belas menerapkan pola konsumsi dan produksi yang berkelanjutan. Hal ini berkaitan dengan dampak terhadap lingkungan saat proses konsumsi dan produksi tersebut. Maka dari itu, perlu adanya perubahan pola konsumsi serta pola produksi atau pengelolaan terhadap energi yang terpakai menjadi lebih ramah lingkungan.
Tujuan SDGs yang ke tiga belas adalah gerak cepat dalam melawan perubahan iklim dan dampaknya.
Tujuan SDGs yang ke empat belas mengkonservasi dan memanfaatkan sumber daya maritim,laut dan samudera untuk pembangunan berkelanjutan. Indonesia sebagai negara maritim, mempunyai potensi yang luar biasa dalam bidang kelautan. Apabila potensi ini dapat dimanfaatkan secara optimal, maka indonesia memungkinkan untuk memiliki hasil laut yang menjanjikan.
Tujuan SDGs yang ke lima belas melindungi sumber daya alam dan margasatwa. Konservasi keanekaragaman hayati dan satwa liar merupakan tanggung jawab bersama demi mencegah terjadinya kepunahan.
Tujuan SDGs yang ke enam belas berbicara mengenai keamanan masyarakat dan memastikan bahwa pemerintah bekerja secara adil dan efektif.
Tujuan SDGs yang ke tujuh belas menguatkan kemitraan global untuk pembangunan yang berkelanjutan yang tangguh. Koordinasi antar negara melalui ekonomi, sosial, teknologi dan pendidikan, serta kerjasama antara pemerintah, masyarakat dan pihak swasta menjadi aspek penting untuk memajukan pembangunan berkelanjutan.
Dari ke - tujuh belas tujuan tersebut, dapat dilihat bahwa untuk menyukseskan tujuan - tujuan yang ada, perlu adanya peran serta dari seluruh pihak, bukan hanya dari pihak pemerintah saja melainkan juga dari pihak masyarakat umum serta pihak swasta. Seluruh masyarakat berperan penting untuk mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.
Sebagai seorang mahasiswa, untuk ikut serta dalam upaya menyukseskan tujuan SDGs ini dapat dimulai dengan hal-hal kecil yang berdampak besar. Seperti halnya peduli terhadap sekitar, baik itu terhadap sesama manusia, lingkungan, satwa maupun yang lainnya. Kemudian tidak lupa pula dengan bertanggung jawab terhadap kewajiban yang harus dilaksanakan, seperti halnya kewajiban untuk belajar dan mengembangkan minat bakat yang dimiliki. Selain itu, sebagai mahasiswa hendaknya kita mulai memikirkan untuk membuat suatu gebrakan - gebrakan baru baik dalam bidang ekonomi, sosial, pendidikan maupun yang lainnya. Karena telah kita ketahui bahwa tombak kemajuan masa depan suatu bangsa, berada di tangan para pemudanya.

Komentar
Posting Komentar