The Homeland of Java Man

SITUS MANUSIA PURBA SANGIRAN : POTENSI DAN PELESTARIANNYA

Situs Sangiran merupakan salah satu situs manusia purba terbesar di asia. Situs ini merupakan situs prasejarah yang memiliki kontribusi penting dalam ilmu evolusi manusia karena temuannya yang paling lengkap di Asia, salah satunya adalah separuh dari jumlah populasi temuan Homo Erectus di seluruh dunia berasal dari Sangiran dan situs sekitarnya. 

Situs manusia purba sangiran berada 15 Km di sebelah utara Kota Solo, tepatnya di wilayah Kabupaten Sragen dan sebagian di Kabupaten Karanganyar, Provinsi Jawa Tengah. Luas wilayah situs sangiran mencapai 59,21 Km² terletak di tiga kecamatan di Kabupaten Sragen yaitu Kecamatan Kalijambe, Kecamatan Gemolong, dan Kecamatan Plupuh serta di satu kecamatan di Kabupaten Karanganyar yaitu Kecamatan Gondangrejo.

Pada tahun 1883, Situs Manusia Purba Sangiran pertama kali ditemukan oleh P.E.C Schemulling. Saat itu P.E.C Schemulling sedang aktif melakukan eksplorasi. Penemu Pithecanthropus Erectus yaitu Eugene Dubois juga pernah melakukan peelitian di Sangiran ini, namun tidak terlalu intensif karena kemudian ia memusatkan aktivitas di kawasan Trinil, Ngawi yang mana wilayah ini tidak jauh dari Situs Sangiran.

  

Situs Manusia Purba Sangiran merupakan satu - satunya situs prasejarah di Indonesia yang telah ditetapkan sebagai warisan budaya dunia pada tahun 1996 oleh UNESCO. Hal ini mengharuskan adanya usaha pelestarian situs ini secara komprehensif, terintegrasi dan sistematis. Situs Sangiran memiliki nilai dan potensi signifikan dalam pengkajian ilmu pengetahuan baik di bidang arkeologi, antropologi, biologi, paleoantropologi, geologi serta dalam bidang kepariwisataan.

(sumber : http://sangiran.kemdikbud.go.id/pdtsangiran/content.php?page=koleksi)

Dapat dilihat berdasarkan data di atas, jumlah koleksi Balai Pelestarian Situs Manusia Purba Sangiran terus menerus mengalami kenaikan dari tahun 2009 sebanyak 19245 fosil hingga tahun 2019 sebanyak 34657 fosil. Trend naik ini dapat digunakan untuk meramalkan bahwa akan terus terjadi kenaikan jumlah koleksi untuk tahun - tahun berikutnya. Hal ini menandakan perlu adanya usaha lebih dalam melakukan pelestarian situs ini.

Permasalahan lingkungan yang bisa mengancam kelestarian Situs Manusia Purba Sangiran ini tentu masih ada. Baik permasalahan dari segi georafis, permasalahan sosial, permasalah ekonomi, permasalah budaya maupun permasalahan kebijakan (policy).

Permasalahan - permasalahan utama yang terdapat di Situs Sangiran diantaranya adalah sebagai berikut :

  1. Kepemilikan tanah di Situs Sangiran yang hanya 1 % nya saja yang dimiliki pemerintah, dan 99% lagi dimiliki oleh masyarakat.
  2. Kondisi tanah di Situs Sangiran yang sebagian besar gersang dan tandus sehingga tidak subur untuk pertanian. Kondisi ini seringkali memicu keinginan masyarakat untuk melakukan perataan lahan, dan dalam tingkat tertentu sampai pada kegiatan penambangan Galian C yakni tanahnya dijual sebagai tanah urug.
  3. Berdasarkan data BPS tahun 2010-2012 terdapat kurang lebih 210.963 jiwa penduduk yang menghuni Situs Sangiran dan sekitarnya sehingga situs ini dianggap tidak steril dari aktivitas masyarakat sehari-hari. 
  4. Kondisi Geografis Situs Sangiran yang berbukit dengan lapisan batuan yang mudah longsor dan tererosi terutama pada saat musim penghujan mengakibatkan terjadinya perubahan lapisan tanah / bentang lahan maupun perpindahan fosil dan artefak yang terkandung didalamnya.
  5. Tingkat Pendidikan dan kesejahteraan sebagian besar penduduk Situs Sangiran dan sekitarnya masih rendah. Berdasarkan data BPS tahun 2010-2012, jumlah penduduk Situs Sangiran dan sekitarnya yang berpendidikan SD, tidak tamat SD, dan bahkan tidak sekolah mencapai 55 %, sedangkan dari tingkat kesejahteraan sebanyak 40% penduduk Situs Sangiran dan sekitarnya termasuk keluarga Prasejahtera. 
  6. Penggalian yang tidak terkontrol dan perdagangan fosil ilegal telah terjadi di berbagai kesempatan sejak pertama Situs Sangiran didirikan.
  7. Masih rendahnya pengetahuan dan pemahaman masyarakat terhadap peraturan perundang-undangan mengenai Cagar Budaya sehingga partisipasi dan kontribusi masyarakat dalam Pelestarian Situs Sangiran masih rendah dan belum terwujudnya pengelolaan terpadu diantara stake holder terhadap Situs Sangiran
Upaya pelestarian Situs Manusia Purba Sangiran terus dilakukan dengan berbagai cara. Salah satunya adalah dengan dibentuk BPSMP atau Balai Pelestarian Situs Manusia Purba Sangiran. BPSMP ini mengupayakan berbagai macam program. Dianataranya program penyelamatan dan pengamanan situs manusia purba, perawatan situs manusia purba (fosil, artefak, dsb), penentuan zonasi situs manusia purba, pengembangan situs manusia purba, dokumentasi dan publikasi situs manusia purba, melaksanakan kemitraan di bidang perlindungan, pengembangan dan pemanfaatan situs mansuia purba serta melaksanakan urusan ketatausahaan Balai Pelestarian Situs Manusia Purba Sangiran.

Upaya - upaya lain dalam pelestarian Situs Manusia Purba Sangiran diantaranya :
  1. Menetapkan peraturan perundang undangan khususnya mengenai cagar alam
  2. Menetapkan kedudukan dan segala konsekuensi Situs Sangiran sebaga warisan budaya dunia
  3. Mengoptimalkan fungsi BPSMP atau Balai Pelestarian Situs Manusia Purba Sangiran
  4. Melakukan penanggulangan kejadian longsor dan erosi dengan melakukan reboisasi pada areal yang rawan dan berpotensi longsor dan erosi
  5. Melakukan edukasi terhadap masyarakat setempat mengenai nilai - nilai penting Situs Manusia Purba Sangiran
  6. Melakukan sosialisasi prosedur penanganan temuan fosil dan artefak kepada masyarakat
  7. Melakukan pemasangan papan larangan dan anjuran di titik strategis dan potensial temuan di Situs Sangiran


Sumber :
https://sangiran.kemdikbud.go.id/pdtsangiran/content.php?page=koleksi
https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/bpcbkaltim/situs-sangiran-potensi-problematika-dan-strategi-pelestariannya/
https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/bpsmpsangiran/profil-balai-pelestarian-situs-manusia-purba-sangiran-2/
https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/bpsmpsangiran/upaya-pelestarian-cagar-budaya-di-sangiran/
https://radarsolo.jawapos.com/read/2018/10/05/97506/wawancara-ekslusif-dengan-sosok-di-balik-pelestarian-situs-sangiran
https://id.wikipedia.org/wiki/Sangiran

Komentar